SMKN 1 Lubai Ulu Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual, Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Muara Enim, Sriwijaya News— Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut, SMK Negeri 1 Lubai Ulu menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk Stop Perundungan dan Cegah Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, ini diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi dari berbagai jurusan.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Polsek Lubai serta Puskesmas Lubai Ulu yang memberikan pemahaman terkait bahaya perundungan dan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 1 Lubai Ulu, Suhefmi Suprianto, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret sekolah dalam merespons isu sosial yang kerap terjadi di kalangan remaja. Sekolah berkomitmen menjadikan SMKN 1 Lubai Ulu sebagai lingkungan yang aman bagi seluruh peserta didik serta menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan seksual.
Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif, mencakup pengenalan berbagai bentuk perundungan, mulai dari verbal, fisik, hingga perundungan siber melalui media sosial. Para narasumber menekankan bahwa tindakan yang kerap dianggap sebagai candaan dapat berdampak pada kondisi psikologis korban.
Selain perundungan, materi pencegahan kekerasan seksual juga menjadi fokus utama. Para siswa diberikan pemahaman mengenai batasan privasi, keberanian untuk menolak perlakuan yang tidak pantas, serta prosedur pelaporan apabila melihat atau mengalami tindakan mencurigakan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun budaya berani melapor atau speak up. Pihak sekolah memastikan tersedianya sistem pengaduan yang menjamin kerahasiaan identitas guna memberikan rasa aman bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Lubai Ulu berharap dapat memutus mata rantai perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan harmonis.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama seluruh warga sekolah untuk saling menghargai dan mendukung terciptanya sekolah ramah anak demi terwujudnya prestasi yang lebih baik. (red) 

Diberdayakan oleh Blogger.