Rilis Akhir Tahun, Kapolda Sumsel Tegaskan Komitmen Polri Presisi: Penegakan Hukum Diperkuat, Pelayanan Publik Dioptimalkan
Palembang — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar rilis akhir tahun 2025 untuk memaparkan capaian kinerja serta evaluasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama satu tahun terakhir. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., sebagai wujud akuntabilitas publik dan transparansi institusi, Rabu (31/12/2025).
Secara umum, Polda Sumsel mencatat penurunan signifikan angka tindak pidana umum di wilayah hukum Sumatera Selatan. Sepanjang tahun 2025, jumlah tindak pidana umum tercatat sebanyak 11.885 perkara. Angka tersebut menurun sebanyak 2.497 perkara atau sekitar 17,36 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.382 perkara. Dari jumlah tersebut, jajaran Polda Sumsel berhasil menyelesaikan 7.110 perkara melalui proses penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Pada sektor keselamatan berlalu lintas, Polda Sumsel juga mencatat tren positif. Selama tahun 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebanyak 107 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan hasil dari peningkatan upaya preventif, edukatif, serta penegakan hukum lalu lintas yang dilakukan secara konsisten.
Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa penurunan angka kriminalitas dan fatalitas kecelakaan lalu lintas tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel kepolisian serta dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel terus berkomitmen menjalankan tugas konstitusional secara optimal. Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum, kata dia, dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Di bidang pemberantasan narkotika, Polda Sumsel meningkatkan intensitas penindakan terhadap peredaran gelap narkoba. Sepanjang tahun 2025, jumlah perkara narkotika tercatat sebanyak 1.913 perkara atau meningkat 15,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan masifnya upaya penegakan hukum yang dilakukan jajaran kepolisian. Salah satu pengungkapan menonjol adalah penyitaan 38,45 kilogram sabu oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dan jajaran, termasuk pengungkapan 24,28 kilogram sabu oleh Satlantas Polres Banyuasin.
Selain fokus pada penegakan hukum, Polda Sumsel juga mendukung program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia. Pada sektor ketahanan pangan, Polda Sumsel mencatat hasil panen jagung mencapai 186.273,38 ton. Sementara itu, untuk mendukung program makan bergizi gratis, Polda Sumsel telah menyiapkan 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang didukung 24 unit kendaraan distribusi di berbagai wilayah.
Dalam pembinaan internal, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 1.072 personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas dalam bertugas, termasuk pemberian 114 Pin Emas Kapolda. Namun demikian, penegakan disiplin tetap dilakukan secara tegas. Sepanjang tahun 2025 tercatat 45 perkara pelanggaran disiplin. Jumlah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) juga mengalami penurunan dari 21 personel pada tahun 2024 menjadi 17 personel pada tahun 2025.
Sebagai penutup, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada insan pers dan masyarakat atas peran kontrol sosial yang konstruktif. Ke depan, Polda Sumsel berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, antara lain melalui pemanfaatan Smart CCTV serta pengembangan pupuk organik berbahan eceng gondok sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.(Amru)