SLB Negeri Pembina Palembang Buktikan Kualitas Pendidikan Vokasi Lewat Prestasi Global

Palembang – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak siswa berkebutuhan khusus (ABK) yang mandiri dan kompeten. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi prestasi siswanya di berbagai kompetisi, mulai dari tingkat Provinsi hingga Internasional, dalam kurun waktu 2023 hingga 2025.

Kepala Sekolah, Bapak Jumingan, S.Pd., menegaskan bahwa fokus pendidikan di sekolahnya adalah mendidik dan menciptakan anak-anak yang mandiri. "Kami berupaya meningkatkan dan mengeluarkan potensi mereka baik dari segi akademik maupun non-akademik," jelasnya.

Prestasi paling menonjol sekolah ini berada di bidang keterampilan Tata Boga, yang telah diikuti dalam kompetisi selama tujuh tahun terakhir.
 1. Tiga siswa berhasil meraih medali di kancah Internasional, menunjukkan kualitas kompetensi vokasi siswa.
2. Pada tahun 2025, Faracya Kaila meraih Silver Medal di International Fondan Cake Figure.
3. Sebelumnya, M. Hafiz Farhan Safawi meraih Gold Medal di The 13th Indonesia Salon Culinaire (2023), dan Agustina Dewi meraih Bronze Medal pada Battle Of the Chef di Penang, Malaysia (2024).
4. Konsistensi prestasi juga terlihat di tingkat Nasional, di mana siswa seperti Faracya Kaila dan Dinda Aprillia berulang kali meraih Juara II Bidang Tata Boga di ajang LKS Tingkat Nasional.
-Prestasi Merata di Non-Akademik-
Selain Tata Boga, sekolah juga mencatat banyak prestasi di bidang Olahraga, Seni, dan Keterampilan lain yang dilombakan secara nasional. Di tingkat Provinsi saja, tercatat ada 30 prestasi yang diraih siswa dalam tiga tahun terakhir.
Beberapa pencapaian penting di tingkat Nasional mencakup:
 1. Dhania Puteri Aziya meraih Medali Emas di PAPERNAS XVII, Solo, pada tahun 2024.
2. Tri Oktarina meraih Juara Harapan 1 Vlog di FLS3N Tingkat Nasional (2025).

-Kebutuhan Guru dan Harapan Dunia Kerja-
Meskipun memiliki segudang prestasi, SLB Negeri Pembina Palembang saat ini menghadapi tantangan serius. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sri Warih, menyampaikan bahwa sekolah membutuhkan penambahan tenaga pengajar karena banyak guru yang memasuki masa pensiun. Sekolah berharap mendapatkan tambahan guru dengan kualifikasi pendidikan luar biasa.
Fokus sekolah tidak hanya berhenti pada kompetisi. Banyak siswa yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan diserap oleh dunia kerja. Jumingan berharap serapan tenaga kerja bagi ABK dapat meningkat, sejalan dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan perusahaan menyerap minimal 1% ABK.

Menutup wawancaranya, Jumingan berpesan kepada orang tua yang memiliki anak spesial agar tidak menutup diri, dan mendorong mereka untuk menyekolahkan anak-anak tersebut, baik di SLB maupun sekolah umum, sesuai dengan aturan yang berlaku.(MA/SN)
Diberdayakan oleh Blogger.